Wajah bukan sekedar penada melainkan wajah adalah Kita. Bagi Emmanuel Levinas,wajah orang lain atau sejumlah orang adalah wajah Kita semua, yakni wajah manusia. Wajah kemanusiaan.
Dalam sajak "Nyanyian Angsa" menggambarkan perempuan pelacur bernama Maria Zaitun, setelah diusir semua orang, agamawan, pintu rumah tuhan, bahkan malaikat penjaga Firdaus pun mendengki, melepas lelah ditepi sungai. Tubuhnya lemas, penuh borok, bacin dan menjijikan, penyakit kelamin dan mematikanpun dideritanya. Jiwanya remuk diusir manusia dan dikutuk malaikat. Namun Ia yakin Tuhan tidak akan membuangnya, hanya manusia dan agama yang mengutuknya. Walaupun perempuan terhina, ia tetap lebih mulia dari malaikan surga. Karena ia adalah Manusia.
Akibat dari kebakhilan dan kesucian, Jutaan Maria Zaitun dari sajak WS. Rendra akan terus ada. Kebakhilan yang hidup hanya untuk dirinya sendiri, persetan penderitaan diluar dirinya. Kesucian yang menegakkan dirinya dengan menghina mengkotorkan yang tercampak dilumpur nasib. Selama jurang kesenjangan hidup menganga, nasib tragis terus menimpa Maria Zaitun.
Dalam sebuah hadist sahih, Nabi Muhammad mengisahkan seorang ahli ibadah yang mengabaikan burung peliharaannya kehausan, hingga burung itu mati kehabisan air. Sang ahli ibadah itupun masuk neraka paling kejam. Dan dalam hadist itu mengisahkan, seorang pelacur tua yang seumur hidupnya menjadi pelacur memberi minum seekor anjing kehausan, hingga dirinya sendiri tidak kebagian air minum lalu mati. Allah SWT mengganti air sang pelacur yang diminumkannya pada anjing itu dengan surga Firdaus, surganya para nabi dan awliya.
Apa sejatinya yang hendak disampaikan oleh Nabi Muhammad dari kisah itu ?
Banyak kisah-kisah lainnya yang dapat Kita tumui pada buku "Kitab Kelamin."
by Taufiq Wr. Hidayat

No comments:
Post a Comment